Kenapa sih orang perlu nulis apa aja yang terjadi di kehidupan mereka?
Mungkin mereka butuh “a noted in mind”, biar sesuatu itu abadi. Ya sepele sih, apa coba yang abadi dari paragraf-paragraf yang isinya curhatan sehari-hari yang ngga penting?
Selama ini otak kita dibiasakan mencerna suatu memori lewat foto atau video, bukan kata-kata yang tidak bisa terucap.
Bagaikan puzzle, jika kepingan-kepingannya disatukan maka akan membentuk suatu panorama. Begitulah sekiranya yang membuat curhatan-curhatan sampah tersebut menjadi serangkaian kata “abadi”. Dari berbagai macam cerita, kita tidak bisa menyimpulkannya hanya dari 1 cerita saja, melainkan ketika kita membaca semua cerita yang kita tulis. Simple bukan?
Ambil sisi positifnya dari segelintir orang yang gemar curhat (atau, ups, galau) lewat tulisannya. Someday mereka akan mengerti apa yang mereka telah lewati. Someday kita bisa liat masa lalu kita dan tersenyum simpul “oh ini toh gue yang dulu hihi”. Nggak jauh beda dengan membuka kembali lembaran album foto, kan?